Shijiazhuang (RakyatPos.ID) – Nilai impor dan ekspor perdagangan elektronik (e-commerce) lintas perbatasan China melampaui 2 triliun yuan untuk pertama kalinya pada 2022, demikian menurut laporan Administrasi Umum Kepabeanan China (GAC), Sabtu (17/6).
Nilai e-commerce lintas perbatasan China itu mencapai angka 2,1 triliun yuan dan mencatatkan peningkatan sebesar 7,1 persen dibandingkan dengan tahun 2021.
Laporan tersebut dirilis GAC pada Pameran Ekonomi dan Perdagangan Internasional China (Langfang) 2023 di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China.
Di antara destinasi ekspor dalam e-commerce lintas perbatasan China pada 2022, Amerika Serikat (AS) menyumbang 34,3 persen dari pasar dan Inggris menyumbang 6,5 persen, dengan barang ekspor utamanya mencakup pakaian, sepatu, tas, dan produk elektronik.
Produk Jepang menyumbang 21,7 persen dari total impor e-commerce lintas perbatasan China pada 2022, sementara produk AS menyumbang 17,9 persen. Barang-barang konsumen menyumbang 92,8 persen dari ekspor dan 98,3 persen dari impor, papar laporan tersebut.
Sejak awal tahun 2023, e-commerce lintas perbatasan China terus mempertahankan momentum pertumbuhannya, kata seorang pejabat GAC Lyu Daliang.
“Survei GAC menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen perusahaan memperkirakan e-commerce lintas perbatasan yang stabil atau meningkat pada 2023,” ujar Lyu.
Pewarta: Xinhua
Editor: Fransiska Ninditya
Sumber : A N T A R A