InfoSAWIT, JAKARTA – Direktur Assurance Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sekaligus Plt Deputi Direktur RSPO Indonesia (2021-2022) Tiur Rumondang mengungkapkan, industri kelapa sawit memang merupakan sektor yang kurang aman bagi perempaun, dan banyak tantangan yang harus dihadapi.
Secara kondisi perempuan secara natural tidak bisa dihindari dan mengambil pekerjaan itu di sektor perkebuna kelapa sawit, perempuan juga memiliki keunikan tersendiri, sebab itu tugas semua pihak untuk membuat payung hukum supaya perempuan di sektor perkebunan kelapa sawit bisa terlindungi, dan kebijakan ini mesti dipatuhi seluruh anggota RSPO.
“Sebab itu penempatan perlindungan perempuan harus terus dijaga, sehingga bisa memenuhi kebutuhan khusus yang dimiliki para perempuan, dan kesetaraan gender bisa diterapkan untuk semua stage perkerjaan, termasuk para pekerja perempuan di lapangan,” katanya pada Webinar FGD Sawit Berkelanjutan Vol 6, bertajuk “Ketangkasan Perempuan Sawit Indonesia”, di Jakarta, April 2021, yang diadakan InfoSAWIT & RSPO.
BACA JUGA: PT Asdal Primalestari, Perusahaan Sawit Pertama Peroleh Sertifikat ISPO di Kota Subulussalam
Selaras dengan itu, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pun telah merilis Panduan Praktis tentang Inklusi dan Kepatuhan Gender pada Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO 2018 dan Standar Petani Independen (ISH) 2019.
Melalui RSPO Human Rights Working Personnel (HRWG), dengan berkonsultasi dengan Konsultasi yang Adil & Berkelanjutan, Panduan Gender ini menggarisbawahi peran penting yang dimainkan perempuan dalam industri minyak sawit dan kebutuhan untuk memperkuat komitmen RSPO terhadap hak-hak perempuan.
Dimana fungsi panduan gender, diantaranya guna meningkatkan kesetaraan gender yang menjelaskan inklusif gender, sumber daya pendidikan tentang batasan berbasis gender dan rekomendasi untuk tindakan.
BACA JUGA: IHSG Jumat Menguat, Harga Saham Emiten Sawit Masih Hijau
Lebih lanjut tutur Tiur, kebijakan ini membantu anggota RSPO untuk bekerja dalam menutup kesenjangan gender dengan meningkatkan kesadaran terkait kesulitan yang dihadapi perempuan di industri dan menyarankan strategi yang dapat membantu memperluas potensi pengembangan ekonomi bagi para perempuan.
Harapannya, ini akan mampu mendukung anggota RSPO, khususnya produsen minyak sawit dan petani swadaya, untuk menerapkan persyaratan terkait gender dari standar RSPO. Bahkan, RSPO bekerja dengan mitra LSM sosial untuk mengadakan program pelatihan pemberdayaan petani perempuan dalam kelapa sawit. (T2)
Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Mei 2021
Dibaca : 339
Dapatkan substitute berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InfoSAWIT – Info Change”, caranya klik hyperlink InfoSAWIT-Info Change, kemudian be part of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.