Kumpulkan Data NA dan RUU 3 Wilayah, UIR dan BK DPR RI Gelar Forum Group Discussion

Kumpulkan Files NA dan RUU Pekanbaru, Kampar dan Bengkalis, UIR dan BK DPR RI Gelar Forum Neighborhood Discussion.

PEKANBARU, PARASRIAU.COM – Universitas Islam Riau (UIR) bersama Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BK DPR RI) menyelenggarakan Forum Neighborhood Discussion.

Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi kerjasama yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II, Gedung Rektorat UIR, Selasa (09/05/2023).

Turut hadir peserta pengumpul records Analisi Legislatif dan Tenaga Ahli Komisi II DPR RI yaitu Arrista Trimaya SH MH, Chairul Umam SHMH, Ihsan Daruni SSy SH dan lain lain.

Dari UIR hadir Dr H Panca Setyo Prihatin SIP MSi dan Dr Files Wardana SSos MIP yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UIR serta workers Kantor Urusan International dan Kerjasama (KUIK).

Forum community discussion ini membahas pengumpulan records dalam rangka penyusunan Naskah Akademik (NA) dan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kota Pekanbaru, NA dan RRU tentang Kabupaten Kampar serta NA dan RUU tentang Kabupaten Bengkalis.

“Maksud dan tujuan kami kesini adalah untuk meminta tanggapan akademisi terhadap rencana NA dan RUU Pekanbaru, Kampar dan Bengkalis, serta bagaimana urgensi yang semestinya,” ucap Arrista Trimaya.

Secara umum, Dr Files Wardana menjelaskan, tujuan otonomi daerah menurut UU No23 tahun 2014 terdiri dari meningkatkan pelayanan masyarakat, mengembangkan kehidupan berdemokrasi dan mendorong pemberdayaan masyarakat hingga menumbuhkan kreativitas dalam masyarakat.

“Sebagai contoh misalnya, masyarakat yang ada di Duri. Mereka harus datang dulu ke Bengkalis menyeberang pulau hanya untuk mengurus mendapatkan pelayanan pembuatan KTP. Ini yang harus kita perhatikan. Artinya, tujuan otonomi daerah level nomor satu meningkatkan pelayanan masyarakat belum terwujud,” sebut Dr Files Wardana

Dalam pemaparannya, Dr Files Wardana menjelaskan, Provinsi Riau memiliki posisi yang sangat strategis. Artinya, memiliki arti penting dalam geopolitik dan perekonomian nasional ataupun regional. Selanjutnya Riau juga berada dalam jalur perdagangan global. Dimana terdapat Selat Malaka yang dekat dengan Malaysia dan Singapura.

Dari sisi sosial dan budaya, Riau juga sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu. Selain itu  masyarakat yang berada di daratan sudah berinteraksi dengan budaya Sumatera Barat hingga tidak jarang masyarakat Riau yang berada di Kabupaten Kampar menggunakan Bahasa Minang.

Kegiatan diskusi berlangsung lancar hingga nantinya diharapkan akan mendapatkan output berupa sumber records dalam penyusinan NA dan RUU Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Bengkalis.(*)

Editor: M Ikhwan

Redaksi Pos

Related Posts

APTISI Riau Desak Pemprov Anggarkan Beasiswa untuk Dosen

APTISI Riau Desak Pemprov Anggarkan Beasiswa untuk DosenPEKANBARU, PARASRIAU.COM – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-B Provinsi Riau, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar mengalokasikan anggaran untuk membantu biaya pendidikan atau beasiswa bagi para dosen.Desakan itu menjadi salah satu butir rekomendasi Rapat Kerja APTISI Wil. X-B

Kemenag Riau Serahkan Sertifikasi Halal Kantin MAN 2 Pekanbaru

Penyerahan Sertifikasi halal oleh Plh Kakankemenag Riau, kepada pengelola kantin MAN 2 PekanbaruPEKANBARU, PARASRIAU.COM – Kemenag Riau serahkan 8 Sertifikasi Halal kantin MAN 2 Pekanbaru. Penyerahan sertifikasi halal tersebut diserahkan oleh Plh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, MA kepada pengguna kantin, Jumat (16/6).Turut menyaksikan penyerahan sertifikasi tersebut Kepala Kantor Kementerian