InhuPost, BOGOR – Palmofeed merupakan hasil olahan dari bungkil inti sawit (BIS) yang terhidrolisis dimana berfokus dalam peningkatan kandungan protein dengan proses menurunkan kandungan serat yang terdapat didalam cangkang pada bungkil inti sawit lokal.
Peningkatkan kualitas BIS dapat dilakukan tiga metode yaitu pengolahan fisik dengan penyaringan, pengolahan kimia dengan hot water extraction dan larutan asam, selanjutnya di reconditioning selama 24 jam, dan terakhir perlakuan biologi dengan menggunakan enzim mananase.
Dalam penelitian yang dilakukan mahasiswa IPB College, Fauzan Rivai, Rita Mutia dan Erika Budiarti Laconi, mencatat penggunaan BIS sebagai sumber protein untuk unggas masih terbatas yang disebabkan oleh sistem pencernaan unggas yang tak mampu mencerna pakan dengan serat yang tinggi. Penelitian ini bermaksud mengkaji kadar penambahan BIS dibandingkan palmofeed, dalam ransum ayam petelur stress Lohmann terhadap performa produksinya.
BACA JUGA: Kabupaten Kutai Kartanegara Targetkan Produksi Sawit Diatas 3 Juta Ton
Lantas files penelitian diambil kurun waktu selama 6 minggu dengan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari: P0 = 100% Ransum komersial (Kontrol), P1: 87,5% + 12,5% BIS, P2: 87,5% + 12,5% Palmofeed. Analisis files menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Dilansir InhuPost dari laman Scientific Repository IPB, dalam hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian 12,5% Palmofeed memberikan pengaruh yang nyata (P