InhuPost, ACEH SINGKIL – Perusahaan hilir sawit, Apical, bersama Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mempromosikan Produksi, Perlindungan, dan Inklusi (PPI) Compact di Kabupaten Aceh Singkil. Purpose PPI Compact akan tercapai terutama melalui pelaksanaan salah satu program utama yaitu Program Sustainable Living Village (SLV) atau Desa Hidup Berkelanjutan.
Nota kesepahaman tersebut merupakan komitmen bersama untuk mendorong dampak sosial yang positif bagi masyarakat dan lingkungan, dan menandai dimulainya kemitraan selama tiga (3) tahun. MoU tersebut ditandatangani oleh Program Director IDH, Nassat Idris dan Director of Sustainability Apical Neighborhood, Bremen Yong Kin Kong. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Drs. Azmi, MAP, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil, dan Kepala Bappeda Aceh Singkil, Ahmad Rivai, SH.
Wilayah Aceh Singkil memiliki peran penting dalam melindungi Ekosistem Leuser, 2,6 juta hektar hutan tropis dan rumah spesies Sumatera seperti orang utan, badak, harimau Sumatera, dan gajah. Di Singkil, konversi ilegal yang cepat untuk perkebunan kelapa sawit menjadi tantangan bagi kelestarian ekosistem yang predominant ini. Namun, deforestasi tidak secara langsung membawa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak pada penghidupan para petani swadaya.
BACAJUGA: Pro Kontra Penggunaan Bahan Kimia di Perkebunan Sawit
“Pemerintah Aceh Singkil menyambut baik dan mengapresiasi seluruh pihak yang terliibat – IDH Apical, serta komunitas – yang telah menginisiasi dan berperan aktif pada program SLV ini. Kami berharap program ini dapat membantu peningkatan sosial ekonomi bagi masyarakat Aceh Singkil,” jelas Sekda Kabupaten Aceh Singkil, Azmi, dalam keterangan resmi diterima InhuPost, Kamis (19/1/2023)
Program SLV juga berupaya untuk mengentaskan kemiskinan, mengangkat dan membina masyarakat dengan mendorong inklusi dan meningkatkan mata pencaharian sekaligus memastikan kelestarian lingkungan. Inisiatif yang disesuaikan dengan komunitas yang berbeda akan dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pembangunan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat dengan berkolaborasi dengan mitra lokal – Yayasan Ekosistem Lestari dan Forum Konservasi Leuser.
Dikatakan Director of Sustainability Apical Neighborhood, Bremen Yong, pihaknya memahami bahwa komunitas yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda dan bahwa program CSR bukanlah satu ukuran untuk semua. “Dengan SLV, kami berharap dapat mengentaskan kemiskinan, meningkatkan dan memelihara mata pencaharian masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pengetahuan dan peningkatan kapasitas,” katanya.
BACA JUGA: Nilai Neraca Perdagangan 2022 Capai US$ 54,46 Miliar
Sementara Program Director IDH, Nassat Idris menyatakan, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial dan ekonomi sangat penting dalam mendorong perubahan jangka panjang yang positif yang akan berdampak pada lingkungan yang lebih baik dan pendapatan yang lebih baik.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Apical sebagai bagian dari koalisi dalam mempromosikan kelapa sawit berkelanjutan dengan fokus pada inklusi petani kecil. Proyek inisiatif ini akan diperluas untuk berkontribusi pada goal Provinsi kelapa sawit berkelanjutan,” tandas Nassat Idris. (T2)
Dibaca : 257
Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – Data Update”, caranya klik link InhuPost-Data Update, kemudian join. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.