ITP2I Jalin Kemitraan dengan PT RAPP

PELALAWAN, REDAKSIPOS.COM – Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan yang mumpuni. Salah satunya menjalin kemitraan dengan dunia industri, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Pembahasan program kerjasama kemitraan tersebut berlangsung di kantor Community Development (CD) RAPP Townsite 2 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (17/5/2022).

Rektor ITP2I, Dr Muhammad Syafi’i mengatakan ada beberapa model kerjasama yang tertuang dalam program Ikatan Dinas Perkebunan yang menjadi bentuk link and match-nya antara pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) ITP2I maupun pihak dunia industri yaitu RAPP.

“Jadi program ikatan dinas perkebunan ini berisikan 3 aspek yaitu pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa ikatan dinas berupa beasiswa dari industri, magang di industri dan kesempatan bekerja di industri yang melakukan ikatan dinas perkebunan tersebut,” kata Rektor ITP2I, Dr M Syafii.

M Syafi’i menambahkan program ikatan dinas perkebunan ini merupakan program unggulan ITP2I ke depan. Mahasiswa ITP2I berpeluang mendapatkan program tersebut, sehingga nantinya harus sesuai dengan kebutuhan industri.

“Programnya ini sudah satu paket mulai dari beasiswa, magang dan langsung ada ikatan kerja. Kita tak lagi separoh-separoh hanya memberikan beasiswa tanpa rekruitmen tenaga kerja dari mahasiswa, jadi kita apresiasi industri termasuk RAPP yang serius menindaklanjuti program bersama ini. Nantinya setiap mata kuliah akan diajarkan oleh dua orang pengajar (teaching team-red) dari kampus dan dosen dari praktisi industri yang kita daftarkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” jelas Syafi’i, Kamis (19/5/2022).

Campus Relations Head RAPP, Tengku Kespandiar mengatakan ITP2I merupakan satu-satunya kampus di Pelalawan yang sudah semestinya bersinergi dengan perusahaan bagian dari grup APRIL ini dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Untuk beasiswa yang ada di program ini, dapat kita maksimalkan termasuk magang yang juga dapat dilaksanakan. Kemudian untuk rekrutmen kita mengacu pada kriteria dan standar yang ada seperti ada tes psikologi, hal ini agar softskill yang dibutuhkan ada pada mahasiswa ketika bekerja di RAPP,” terangnya.

Pihak ITP2I juga sedang membahas dan meminta masukan dari pihak industri seperti RAPP untuk meramu dan memperkuat kurikulum yang ada di ITP2I. Kedua belah pihak sepakat untuk bersinergi dan melakukan pertemuan formal dan informal demi kesuksesan program ikatan dinas perkebunan ini. Turut hadir perwakilan manajemen RAPP, Manajer HRD, Elwan Jumandri serta jajaran civitas academica ITP2I.

Sebagai informasi, ITP2I dulunya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang didirikan sejak 13 Mei 2016 merupakan perguruan tinggi yang dikelola Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) binaan Pemkab Pelalawan. ITP2I memiliki lima target yakni peningkatan kuantitas jumlah mahasiswa, relokasi dan pembangunan kampus ke pusat ibukota, yakni Pangkalan Kerinci, peningkatan akreditasi terbaik, pelaksanaan program Ikatan Dinas Perkebunan dan yang terakhir peningkatan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan menjadi Universitas Pelalawan. (*)

Editor: M Ikhwan

 

  • Agus TuriyonoST.MM

    Related Posts

    Sowan ke Dahlan Iskan, Zulmansyah Makin Mantap Maju Ketum PWI Pusat

    Sowan ke Dahlan Iskan, Zulmansyah Makin Mantap Maju Ketum PWI PusatJAKARTA, PARASRIAU.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang mengaku semakin mantap maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat 2023-2028.Itu dikatakan Ketua Discussion board Pemred Jawa Pos Neighborhood 2017-2018 itu setelah sowan ke tokoh pers Dahlan Iskan (DI) yang

    Gubri Syamsuar Berbagi Pengalaman di Hadapan Ribuan Mahasiswa UNP

    Gubri Syamsuar Berbagi Pengalaman di Hadapan Ribuan Mahasiswa UNPPADANG, PARASRIAU.COM – Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar berkesempatan berbagi pengalaman hidup, mulai dari pendidikan hingga menjadi Gubernur Riau. Gubri Syamsuar menerangkan jika dirinya menempuh pendidikan jenjang perguruan tinggi dan merasakan prosesi wisuda itu bisa dikatakan terlambat.Sebab setalah menamatkan pendidikan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *